Dunia musik pop dan rock internasional pekan ini diwarnai oleh dua peristiwa besar yang sangat bertolak belakang. Berdasarkan laporan terkini dari NME (New Musical Express), sorotan utama tertuju pada gelombang protes yang menghantam tur Ed Sheeran menyusul dikeluarkannya Macklemore, serta momen tak terduga dari legenda rock AC/DC di Kanada. Berikut adalah rangkuman fakta yang dilaporkan oleh sumber resmi.
Kontroversi Tur 'Loop' Ed Sheeran dan Dukungan Masif untuk Macklemore
Sebuah perpecahan besar terjadi di dalam rangkaian tur 'Loop' milik penyanyi asal Inggris, Ed Sheeran. Berdasarkan fakta yang dilaporkan, Macklemore terpaksa dikeluarkan dari tur tersebut setelah ia menyuarakan pidato "free Palestine" (bebaskan Palestina) saat tampil sebagai artis pembuka di Gillette Stadium, New Jersey.
Pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft, secara terbuka menyatakan bahwa ia menganggap pidato Macklemore tersebut "sangat menyinggung dan menyakiti komunitas Yahudi," yang berujung pada pemberhentian sang rapper dari tur.
Namun, keputusan ini memicu reaksi berantai yang masif. Seluruh artis pendukung dan band pengiring Ed Sheeran dilaporkan telah mengundurkan diri dari tur tersebut sebagai bentuk solidaritas.
Daftar Artis yang Mundur dari Tur Ed Sheeran:
- FINNEAS
- Lukas Graham
- Aaron Rowe
- Beoga
Reaksi Keras dari Sesama Musisi Tindakan terhadap Macklemore memancing kritik tajam dari berbagai musisi dunia:
- Ken Casey (Frontman Dropkick Murphys): Dalam wawancaranya dengan Boston Public Radio, Casey menyatakan bahwa sikap Ed Sheeran yang tidak membela rekan turnya "tidak bisa diterima" (doesn't sit right). Ia menegaskan bahwa memilih band pembuka adalah tentang persaudaraan dan keluarga. Casey juga membagikan fakta pengalamannya sendiri saat mengkritik pemerintahan Trump di Rocklahoma Festival, yang membuat marah pemilik lokasi, namun ia tetap teguh pada prinsipnya bahwa seorang musisi harus berpegang pada apa yang mereka nyanyikan.
- Roger Waters (Pink Floyd): Waters secara tajam menyebut Sheeran dengan sebutan "little prick" dan memuji Macklemore karena telah melakukan "hal yang benar".
- Massive Attack: Grup ini turut angkat bicara dengan menyatakan, "Netralitas di tengah pembantaian lebih dari 20.000 anak tidak akan pernah bisa menjadi netralitas."
- Mantan Artis Pendukung Sheeran: BIIRD menyatakan dukungan penuh di belakang setiap kata yang diucapkan Macklemore. Sementara itu, Myles Smith menegaskan bahwa penderitaan warga Palestina sangat menghancurkan dan tidak ada anak atau keluarga yang pantas hidup di bawah pengeboman dan kelaparan.
Dampak Finansial dan Sosial (Fakta Angka):
| Keterangan | Ed Sheeran | Macklemore | Robert Kraft |
|---|---|---|---|
| Perubahan Pengikut Instagram | Kehilangan > 200.000 pengikut | Bertambah > 1,6 juta pengikut | - |
| Donasi Terkait Konflik | - | Mendonasikan seluruh pendapatan tur ($1 Juta) untuk warga Palestina | Menyumbang $2 Juta untuk "bantuan di kawasan tersebut" |
Sebagai respons, Ed Sheeran telah memberikan pernyataan bahwa dirinya "tidak terlibat" (not complicit) dalam keputusan tersebut. Ia juga mengaku "ngeri dengan konflik antara Israel dan Palestina" dan melihat penderitaan di kedua belah pihak sebagai sebuah "tragedi". Hingga berita ini diturunkan, Sheeran belum memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai mundurnya seluruh artis pendukungnya.
Momen Unik: Angus Young AC/DC Tanda Tangani Bayi Penggemar di Toronto
Beralih ke kancah musik rock, sebuah momen unik dan menghangatkan hati datang dari gitaris utama sekaligus pendiri AC/DC, Angus Young.
Berdasarkan laporan NME, AC/DC saat ini sedang menjalani tur Amerika Utara tahun 2026 bertajuk 'PWR/UP' yang telah dimulai sejak bulan Juli. Sayangnya, band ini terpaksa membatalkan jadwal konser mereka di Rogers Stadium, Toronto pada hari Rabu (16 September). Pembatalan ini murni disebabkan oleh kerusakan yang dialami oleh lokasi konser akibat "peristiwa cuaca buruk" (severe weather event). Pihak band menyatakan bahwa keselamatan penggemar, artis, dan kru adalah prioritas utama, dan mereka tidak dapat menemukan lokasi alternatif yang memadai di Toronto.
Untuk mengobati kekecewaan para pemegang tiket, Angus Young secara mengejutkan hadir di acara pop-up 'PWR/UP' di Toronto. Kehadiran anggota band di acara pop-up semacam ini bukanlah hal yang biasa. Acara pop-up ini sendiri memberikan akses kepada penggemar untuk mendapatkan merchandise unik, makanan, minuman, serta kesempatan berpose dengan salah satu gitar milik Young.
Dalam sebuah rekaman video yang beredar, seorang penggemar terlihat meletakkan bayinya di atas meja di depan Angus Young. Young kemudian menerima sebuah pena dan menandatangani bayi tersebut. Sebagai catatan fakta tambahan, ini bukan pertama kalinya sang gitaris melakukan hal serupa; ia juga pernah menandatangani seorang bayi di Argentina pada awal tahun ini.
Tur 'PWR/UP' AC/DC dijadwalkan akan kembali dilanjutkan di Winnipeg pada hari Minggu, 20 September.
Sumber Berita: NME Music News (https://www.nme.com/news/music)