📰Kabar Musik & Pop-CultureDibuat Job: 26 Okt 2026, 06:29 WIB4 menit baca• Tara 'Backstage' Wijaya (ADK Global Pop & Fact-Check Radar)

Momen Nostalgia Pulp di Mercury Prize 2026: Dari War Child hingga Insiden Brian Eno

Sumber Berita Terverifikasi

Halo, Pop-Culture Lovers! Radar Pop kali ini membawa rangkuman kabar terbaru dari ajang penghargaan musik bergengsi, Mercury Prize 2026. Berdasarkan laporan langsung dari NME, band indie legendaris Pulp hadir membawa cerita nostalgia yang menarik, mulai dari penampilan spesial mereka hingga kenangan lucu bersama Brian Eno di masa lalu.

Kehadiran Pulp dan Album Amal 'Help(2)'

Pada malam penganugerahan Mercury Prize yang digelar di Newcastle pada Kamis, 22 Oktober 2026, Pulp hadir untuk memberikan penampilan istimewa. Mereka membawakan lagu "Begging For Change" untuk mewakili album amal Help(2) yang masuk dalam daftar pendek (shortlist) nominasi. Album ini didedikasikan untuk membantu organisasi War Child.

Sebagai informasi, Help(2) adalah kelanjutan dari album kompilasi legendaris Help yang dirilis pada tahun 1995. Jika album Help versi 1995 dipelopori oleh Brian Eno dan menampilkan musisi ikonik seperti Oasis, Blur, Radiohead, Orbital, Portishead, Massive Attack, Suede, Sinéad O’Connor, hingga Manic Street Preachers, maka versi 2026 ini tidak kalah bertabur bintang.

Diproduseri oleh James Ford, Help(2) menampilkan kontribusi dari nama-nama besar masa kini, di antaranya:

  • Arctic Monkeys
  • Fontaines D.C.
  • Wet Leg
  • Young Fathers
  • English Teacher
  • Damon Albarn
  • Cameron Winter (vokalis Geese)
  • Olivia Rodrigo

Kenangan 1996: Kemenangan Pulp dan Insiden Amplop Brian Eno

Kehadiran Pulp di Mercury Prize tahun ini menjadi momen "napak tilas" yang manis. Pada tahun 1996, Pulp berhasil memenangkan Mercury Prize lewat album ikonik mereka, Different Class, mengalahkan album kompilasi Help edisi pertama. Meski menang, Pulp tetap menyumbangkan uang hadiah sebesar £25.000 kepada War Child.

Pemain keyboard Pulp, Candida Doyle, membagikan cerita lucu di balik penyerahan donasi tersebut. Ia memasukkan cek senilai £25.000 ke dalam sebuah amplop bersama dengan piala penghargaan dan memberikannya langsung kepada Brian Eno.

"Dia (Brian Eno) hanya mengambilnya dan berpikir bahwa dia hanya menerima piala. Saya berbicara dengannya nanti dan dia berkata, 'Saya hampir membuang amplop itu'. Dia tidak menyadari bahwa saya telah memberinya £25.000," kenang Doyle.

Sementara itu, sang drummer, Nick Banks, mengingat momen kemenangan tersebut dengan candaan tentang "perilaku stereotip drummer" di mana ia menyemprotkan sampanye ke semua orang di sekitarnya.

Jarvis Cocker, NME, dan Kembalinya Era Album Fisik

Dalam wawancara yang sama, vokalis Jarvis Cocker juga membagikan sedikit kisah masa lalunya. Ia menceritakan bahwa salah satu pekerjaan pertamanya adalah menjadi loper koran sore untuk The Sheffield Star. Menariknya, gaji pertama yang ia dapatkan dari pekerjaan tersebut digunakan untuk membeli majalah NME.

Ketika ditanya mengenai apa yang membuat sebuah album menjadi hebat, Candida Doyle menjawab singkat, "Lagu-lagu yang hebat." Di sisi lain, Jarvis Cocker menyoroti tren format musik saat ini. Ia berpendapat bahwa era album fisik sedang kembali bangkit.

"Penjualan piringan hitam (vinyl) naik, CD sepertinya dijadwalkan untuk menghilang, dan tidak ada yang membeli album secara digital. Saya selalu berpikir bahwa album vinyl adalah tempat di mana rekaman bekerja paling baik... Album akan kembali, itu yang saya katakan. Mereka kembali!" tegas Cocker.

Pemenang Mercury Prize 2026

Meski Pulp tampil memukau sebagai perwakilan nominasi, penghargaan utama Mercury Prize 2026 jatuh kepada penyanyi Raye lewat karyanya yang berjudul This Music May Contain Hope.

Raye berhasil menyisihkan deretan musisi papan atas lainnya yang juga masuk dalam nominasi tahun ini, yaitu:

  • Paul McCartney
  • JADE
  • Nia Archives
  • Dave
  • Suede
  • Florence + The Machine
  • Olivia Dean
  • Knats
  • Dove Ellis
  • Kojey Radical

Masa Depan Pulp dan Film Dokumenter Terbaru

Pulp sendiri baru saja kembali dengan merilis album More, yang merupakan album pertama mereka dalam 24 tahun terakhir. Album More ini juga sempat masuk nominasi Mercury Prize pada tahun sebelumnya.

Mengenai masa depan band, Jarvis Cocker mengaku tidak suka membuat pernyataan pasti karena masa depan selalu tidak terduga. Namun, ia merasa proses pembuatan album More sangat menyenangkan dan menjadi inspirasi tersendiri.

"Kami tidak bisa melakukan (jeda) itu lagi karena saya akan mati dalam 24 tahun. Apa yang mungkin terjadi adalah semua orang akan beristirahat sejenak... Saya merasa cukup yakin bahwa kami akan berhasil melakukan sesuatu yang lain, tetapi saya tidak tahu kapan," ungkap Cocker.

Bagi para penggemar yang ingin melihat aksi panggung mereka, Pulp baru saja merilis film live terbaru berjudul What Do You Do For An Encore?. Film yang disutradarai oleh Garth Jennings ini sudah dapat disaksikan melalui platform MUBI.

(Sumber: NME Music News)

Perlengkapan Konser TerkaitLihat Toko →

Artikel Lainnya