Berdasarkan laporan terbaru dari NME, bintang goth rock asal London Selatan, Heartworms (nama asli Jojo Orme), kembali menggebrak dunia musik dengan merilis single terbarunya yang bernuansa dance, berjudul ‘Guess I’m Stuck In The Dark’. Selain merilis lagu baru, Orme juga membagikan berbagai fakta menarik mengenai album keduanya yang telah selesai direkam, perubahan drastis dalam kehidupan personalnya, hingga antusiasmenya menyambut tur bersama band legendaris, Interpol.
Berikut adalah rangkuman lengkap dari wawancara eksklusif Heartworms bersama NME.
Di Balik Single ‘Guess I’m Stuck In The Dark’
Lagu ‘Guess I’m Stuck In The Dark’ dideskripsikan sebagai sebuah indie noir banger yang menonjolkan groove dan elemen dance. Lagu ini menjadi karya pembuka untuk era baru Heartworms setelah kesuksesan album debutnya di tahun 2025, Glutton For Punishment.
Fakta-fakta menarik di balik pembuatan single ini meliputi:
- Inspirasi dari Insiden Mati Lampu: Versi pertama dari lagu ini lahir di Italia. Orme mengungkapkan bahwa ide lagu ini muncul dari sebuah insiden mati lampu saat ia sedang berada di toilet di tengah sesi penulisan lagu.
- Ketakutan dan Kerentanan: Lagu ini mengeksplorasi ketakutan akan kegelapan dan bagaimana pikiran manusia bisa menipu saat berada dalam kondisi gelap. Orme menggunakan aliran kesadaran (stream of consciousness) untuk menulis liriknya.
- Sentuhan Produser Dan Carey: Setelah kembali ke London, Orme membawa lagu tersebut kepada produser Dan Carey. Carey melihat potensi besar dalam lagu ini dan memangkasnya menjadi elemen-elemen yang paling esensial.
- Makna Mendalam: Orme menyatakan, "Berada di dalam kegelapan adalah tentang ketidakyakinan pada diri sendiri." Ia juga menambahkan bahwa lagu ini bercerita tentang usahanya untuk menjadi hebat bagi dirinya sendiri, bukan untuk orang lain.
Album Kedua dan Perjalanan Personal yang Penuh Liku
Terkait kelanjutan dari Glutton For Punishment, Heartworms membagikan beberapa pembaruan penting mengenai album keduanya:
- Status Rekaman: Orme mengonfirmasi bahwa proses rekaman album terbarunya sudah selesai. Saat ini, ia sedang fokus merancang konsep visual untuk era barunya.
- Tema Album: Lirik-lirik dalam album baru ini akan diikat oleh tema besar seputar "ketidakpastian dan humor gelap (dark humour)". Orme mengaku tidak merencanakan arah musiknya secara kaku; ia membiarkan dirinya bereksplorasi, baik itu menulis lagu dance maupun hip-hop, sesuai dengan keinginannya.
- Perubahan Kehidupan Pribadi: Orme secara terbuka menceritakan fase sulit dalam hidupnya. Ia mengungkapkan fakta bahwa ia menikah pada tahun lalu, namun saat ini hubungan tersebut telah berakhir (berpisah).
- Pergulatan Batin: Selain perpisahan, ia juga mengaku sedang bergulat dengan agamanya dan berusaha memahami berbagai idealisme baru seiring bertambahnya usia. "Saya tidak berusaha menjadi apa pun – saya hanya berusaha untuk bertahan (cope)," ungkapnya kepada NME.
Estetika Baru dan Tur Bersama Interpol
Era baru Heartworms tidak hanya ditandai dengan perubahan musikal, tetapi juga transformasi visual dan aksi panggung yang ia luncurkan lewat beberapa pertunjukan intim di Italia.
- Meninggalkan Pakaian Serba Hitam: Orme mengaku sempat takut untuk mengubah penampilannya, namun kini ia memutuskan untuk tidak lagi selalu mengenakan pakaian serba hitam.
- Setelan Wol: Ia kini memilih mengenakan setelan wol (woollen suit) di atas panggung. Secara unik, Orme merasa ia bisa tampil lebih maksimal ketika ia merasa sangat tidak nyaman dan banyak berkeringat.
- Ganti Gitar: Orme telah meninggalkan gitar Firebird-nya karena sering menyebabkan sakit punggung. Ia kini beralih menggunakan Fender Telecaster. Meskipun awalnya ia takut menggunakan Telecaster karena bentuknya, ia sangat mencintai kualitas suara yang dihasilkan gitar tersebut.
- Tur Bersama Bloc Party dan Interpol: Dalam waktu dekat, Heartworms akan bergabung dalam tur co-headline bersama Bloc Party dan Interpol. Orme secara terang-terangan mengakui bahwa ia sangat mencintai Interpol (bahkan menyebut kecintaannya seperti sebuah "agama"). Ia juga menyatakan bahwa musik Interpol sering kali memengaruhi instrumentasi dalam karya-karyanya sendiri.
Catatan Editor: Seluruh informasi, kutipan, dan jadwal yang disebutkan di atas didasarkan secara eksklusif pada laporan wawancara dari NME (Music News RSS).