Berdasarkan laporan terbaru dari NME (20 September 2026), Ed Sheeran kembali melanjutkan tur 'Loop' di Lincoln Financial Field, Philadelphia pada 19 September 2026. Namun, kembalinya sang musisi ke atas panggung diwarnai dengan perubahan besar pada tata letak panggung dan suasana emosional yang kental, menyusul kontroversi yang melibatkan mantan musisi pendukungnya, Macklemore.
Alasan Penghapusan B-Stage dan Kekhawatiran Keamanan
Dalam konser di Philadelphia tersebut, Ed Sheeran secara terbuka mengungkapkan kepada 50.000 penonton yang hadir bahwa ia sengaja menghilangkan B-stage—panggung kedua yang biasanya memungkinkan dirinya tampil di tengah-tengah kerumunan penggemar. Keputusan ini diambil murni karena alasan keamanan dan kekhawatiran pribadinya.
- Kekhawatiran Dilempar Barang: Sheeran mengakui bahwa ia tidak tahu bagaimana reaksi penonton malam itu. "Saya tidak tahu apakah saya akan dilempari barang. Saya tidak tahu apakah orang-orang akan marah kepada saya," ungkapnya.
- Rasa Takut Berada di Tengah Kerumunan: Ia meminta maaf karena pertunjukan tersebut tidak seperti biasanya dan menegaskan, "Saya menyingkirkan B-stage karena saya takut akan apa yang mungkin terjadi jika saya berdiri di tengah, dan saya mengakui hal itu."
Buntut Kontroversi Macklemore dan Eksodus Musisi Pendukung
Perubahan panggung ini merupakan imbas langsung dari minggu yang penuh gejolak dalam tur Sheeran. Kontroversi bermula ketika Macklemore, yang saat itu menjadi musisi pendukung, menyuarakan pidato "Free Palestine" dan membawakan lagu protesnya, 'Hind’s Hall', dengan latar belakang cuplikan video dari Gaza saat tampil di MetLife Stadium, New Jersey.
Fakta-fakta yang dilaporkan terkait buntut kejadian tersebut meliputi:
- Desakan Pencopotan: Macklemore menghadapi desakan untuk dikeluarkan dari tur, termasuk dari penyanyi Pink dan Israeli American Council. Pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft, juga menyebut komentar Macklemore "sangat menyinggung dan menyakiti komunitas Yahudi".
- Keputusan Promotor: Ed Sheeran mengklarifikasi bahwa dirinya "tidak terlibat" dalam pencopotan Macklemore. Keputusan akhir diambil oleh promotor Messina Touring Group setelah adanya keberatan dari pihak venue.
- Mundurnya Musisi Lain: Buntut dari pencopotan Macklemore, seluruh musisi pendukung Sheeran yang tersisa, yaitu FINNEAS, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga, memutuskan untuk mundur dari tur. Bahkan, band pengiring Sheeran juga turut mengundurkan diri.
Pernyataan Ed Sheeran Terkait Konflik Gaza dan Kebebasan Berekspresi
Di atas panggung Philadelphia, Sheeran berbicara panjang lebar mengenai kontroversi ini. Ia mengakui telah membuat "kesalahan" dan bahkan sempat mempertimbangkan apakah ia masih ingin melanjutkan karier bermusiknya. Ia menyebut minggu lalu sebagai "salah satu minggu terburuk dalam hidup saya."
Meskipun Sheeran menyatakan tidak pernah ingin menjadi "musisi aktivis", ia merasa situasi ini telah menempatkannya dalam perdebatan penting mengenai kebebasan berekspresi. Ia secara tegas menolak gagasan bahwa pihak venue berhak menyetujui terlebih dahulu konten yang akan dibawakan oleh penampil.
Terkait konflik Israel-Gaza, Sheeran memberikan pernyataan yang menyoroti kedua belah pihak:
- Ia mengutuk serangan yang dipimpin Hamas di festival musik Nova pada 7 Oktober 2023 sebagai peristiwa yang "mengerikan".
- Di saat yang sama, ia menyatakan bahwa apa yang terjadi di Gaza saat ini adalah "bencana, tidak dapat dibenarkan, dan tidak proporsional."
- Ia menambahkan, "Hati saya hancur melihat skala kehancuran dan hilangnya nyawa warga sipil, nyawa anak-anak. Dan ketidakadilan sistemik yang kita lihat terungkap di Tepi Barat tidak bisa diabaikan."
Reaksi Tokoh Publik dan Donasi Kemanusiaan
Sebagai tindak lanjut dari kontroversi ini, laporan NME mencatat beberapa pergerakan finansial dan reaksi dari sesama musisi:
| Pihak Terlibat | Tindakan / Reaksi |
|---|---|
| Macklemore | Mendonasikan seluruh pendapatannya dari tur sebesar $1 juta (sekitar Rp15 miliar) kepada enam organisasi yang mendukung warga Palestina. |
| Robert Kraft | Menyatakan bahwa Ed Sheeran telah memintanya untuk menyamai (match) kontribusi kemanusiaan sebesar $2 juta. |
| Billy Bragg | Mengkritik cara Sheeran menangani situasi ini, menyebutnya berisiko "mencoreng" kariernya dan menilai tindakan Sheeran hanya sebagai upaya untuk "mengalihkan badai kritik". |
Selain Billy Bragg, sejumlah musisi lain seperti Massive Attack, Roger Waters, pentolan Dropkick Murphys Ken Casey, dan Hayley Williams juga dilaporkan telah memberikan respons terhadap perselisihan ini. Meski dihantam kritik dan kehilangan musisi pendukungnya, Ed Sheeran menutup konsernya dengan emosional, berterima kasih kepada 50.000 penggemar yang tidak meninggalkannya dan berjanji, "Saya tidak akan pernah berhenti melakukan ini."